Pentingnya Perdebatan dengan Bekal Pengetahuan mahasiswa
Pengetahuan adalah informasi yang telah dikombinasikan dengan pemahaman dibenak seseorang. Semua orang pasti mempunyai pengetahuan, tetapi ada tingkatannya. Seperti mahasiswa, setiap mahasiswa mempunyai pengetahuan meskipun tidak banyak, tetapi ada juga mahasiswa yang minim sekali akan pengetahuan, sehingga jika ada suatu permasalahan atau perdebatan mereka hanya asal menjawab.
Perdebatan atau debat sendiri yaitu kegiatan atau argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara perorangan maupun kelompok dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah dan perbedaan. Menurut Cah Samin, “dalam perdebatan ada tata cara atau etika yang harus diketahui oleh mahasiswa yaitu; pengetahuan yang baik tentang pokok pembicaraan, kompetensi dan pengetahuan dalam menganalisis, pengertian mengenai prinsip-prinsip argumentasi, apresiasi terhadap kebenaran fakta-fakta, kecakapan menemukan buah pikiran yang keliru dengan penalaran, keterampilan dan kebuktian kesalahan, pertimbangan dalam persuasi, dan keterarahan, kelancaran, dan kekuatan dalam penyampaian pidato".
Hubungan perdebatan dan pengetahuan yaitu dalam perdebatan ada etika debat yaitu memiliki pengetahuan yang baik, pertimbangan dalam mengomunikasikan argumen atau persuasi, keterampilan dalam membuktikan kesalahan dan celah, mengerti prinsip-prinsip dalam penyampaian persuasi dan penggunaan argumentasi dalam melemahkan pernyataan lawan, penyampaian pidato maupun argumentasi secara terarah, lancar, dan kuat, serta mengapresiasi fakta, jadi itulah hubungan perdebatan dengan pengetahuan.
Perdebatan sering terjadi antar mahasiswa terutama pada saat berorganisasi dan diskusi atau presentasi, dari situlah muncul suatu perdebatan. Contoh kasus pada saat presentasi dikelas yaitu pada mata kuliah Akhlak Tasawuf, pada saat itu mempresentasikan tentang Perkembangan Akhlak. Pada saat itu si A menanyakan mengapa orang tua yang normal atau Ayah dan Ibu normal bisa mempunyai anak yang idiot dan si B menjawab dengan jawaban mengenai Hereditas, lalu si C menyanggahnya jika jawaban dari si B kurang tepat karena idiot itu disebabkan dari gagal berpisah, tetapi si B tetap ngotot dengan jawabannya. Tetapi jawaban si B kurang tepat dia tidak menyimak pertanyaan dari si A , karena si A menanyakan jika kedua orang tua tersebut normal, tetapi si B menjawab ayah normal dan ibu normal pembawa. Karena si B minim pengetahuannya akan tersebut karena yang bisa menggunakan hereditas itu yaitu Buta Warna, Hemofilia, Albino dan Tinggi Badan. Sedangkan idiot itu disebabkan karena gagal pisah bukan karena Hereditas, jadi timbullah kebingungan antar mahasiswa, lalu si D atau Moderator menjawab pertanyaan si A dengan pengetahuannya tentang proses gagal berpisah tersebut akhirnya mahasiswa yang lain mengerti dan tidak bingung lagi.
Dan ada contoh yang kedua yaitu pada saat presentasi mata kuliah Ilmu Tauhid, pada saat itu si A sedang menjelaskan tentang Iman dan Hakikat. Setelah si A menjelaskan pada sesi pertanyaan si B menanyakan apakah hewan beriman dan kemudian suasana kelas menjadi ramai karena semua mahasiswa tertawa, karena pertanyaan si B tidak masuk akal dan si A menjawab apakah hewan mempunyai akal bagaimana caranya hewan tersebut bisa beriman, lalu si B tersenyum karena pertanyaannya yang tidak masuk akal. Akibat dari kurangnya pengetahuan si B tentang artinya iman jika iman itu adalah milik manusia, karena manusia mempunyai akal yang sehat. Meskipun kita sebagai mahasiswa harus aktif bertanya kita jangan asal bertanya harus didasari pengetahuan juga harus paham terlebih dahulu materi yang akan disampaikan. Jadi sangat penting sekali pengetahuan bagi mahasiswa pada saat diskusi atau presentasi, seperti yang dicontohkan pada dua kasus tersebut.
Pentingnya pengetahuan bagi mahasiswa yaitu; menjadikan mahasiswa berpikir kritis dan tidak asal-asalan menjawab atau berpendapat. Karena sebagai mahasiswa jika ingin berpendapat harus disertai dengan pengetahuan atau bukti yang kuat karena jika tidak bisa menyebabkan kesalahpahaman antar mahasiswa yang lain, jadi kita sebagai mahasiswa jangan asal ngomong meskipun kita pintar bisa berpikir dengan logika dengan itu kita asal ngomong tanpa bukti nyata dan jelas kita bisa di cap sebagai mahasiswa omong kosong.
Perbedaan perdebatan dengan pengetahuan dan tidak yaitu perdebatan dengan bekal pengetahuan mudah untuk menemukan jalan keluar juga bisa membuat mahasiswa yang lainnya memperoleh pengetahuan yang baru serta akurat, tetapi jika perdebatan tidak ada bekal pengetahuan sulit sekali untuk memperoleh jalan keluar dan bisa menimbulkan kesalahpahaman antar mahasiswa lainnya, sehingga perdebatan tidak akan selesai dan menimbulkan kericuhan.
Pengetahuan dapat diolah dengan berpikir. Dengan berpikir manusia mampu mengolah pengetahuan, dengan pengolahan tersebut, pemikiran manusia menjadi makin mendalam dan makin bermakna, dengan pengetahuan manusia mengajarkan, dengan berpikir manusia mengembangkan, dan dengan mengamalkan serta mengaplikasikannya manusia mampu melakukan perubahan dan peningkatan ke arah kehidupan yang lebih baik, semua itu telah membawa kemajuan yang besar dalam berbagai bidang kehidupan manusia (sudut pandang positif/normatif). Pengetahuan untuk mahasiswa bisa didapatkan dari buku dan internet. mahasiswa juga bisa datang ke perpustakaan di kampus, karena dikampus telah disediakan fasilitas yaitu; perpustakaan yang terdapat banyak sekali buku-buku untuk dibaca agar pengetahuan kita bertambah, selain dibuku mahasiswa bisa memanfaatkan internet untuk mencari pengetahuan-pengetahuan yang baru. Selain dari buku dan internet. Sebagai mahasiswa harus bisa menggunakan teknologi yang modern untuk mencari pengetahuan. Sehingga jika ada suatu permasalahan mereka bisa menjawab secara jelas dan disertai dengan bukti yang nyata.
Tentang penulis
Desita Tri Wulandari bisa dipanggil Desi lahir di Pamekasan 27 Desember 2000.kuliah di IAIN jurusan TBI, anggota Pmii rayonya fakultas tarbiyah. Tulisan tersebut pernah diterbitkan menjadi antologi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar