“Temukan Passion Melalui Citra Diri PMII”
Seperti yang sudah kita ketahui pergerakan mahasiswa islam indonesia (PMII) adalah organisasi yang menanamkan nilai-nilai keislaman (religionalitas) dan keindonesiaan (nation state) ini merupakan perwujudan kesadaran sebagai insan muslim indonesia. PMII dirancang sebagai organ/instrumen perubahan soasial (social change), dan cukup memadai pluralitas potensi, minat, bakat dan kecenderungan otentitas individu maka ini adalah peluang besar bagi kader-kadernya untuk menemukan passion di dalamnya.
Menemukan Passion itu tidak sesulit dengan yang kita bayangkan, tetapi menemukan Passion itu gampang-gampang susah. Namun kita sudah diwadahi organisasi PMII tentu akan lebih mudah menemukannya,
dengan
dengan
mengetahui Citra diri PMII dan menjalankan/mengamalkannya, itu membantu kita untuk mengenal Passion kita, sesuai dengan arti Passion itu sendiri adalah sesuatu yang sudah tertanam pada setiap manusia yang merupakan anugrah dari sang Pencipta. Passion bukanlah angan-angan, keinginan, impian, atau ambisi, namun passion bermula dari kesadaran, bukan pemikiran. Tetapi jarang sekali orang menyadari Passionnya, maka dari PMII mari sahabat-sahabat munculkan kesadaran untuk menemukan Passion kita, agar tidak hanya menjadi organisatoris yang abal-abal.
Pertanyaannya, bagaimana menemukan Passion melalui Citra diri PMII? Setelah kita mengikuti MAPABA dan PKD, tentu sudah mengetahui identitas dan citra diri PMII, bahkan sudah mengenal secara segnifikan PMII, dari sanalah kita mulai munculkan kesadaran diri untuk menemukan Passion dalam tubuh PMII, caranya! ketahui kemampuan terhebat yang sudah dimiliki, kemudian asah kemampuan terhebat yang sudah dimiliki itu dengan bimbingan dan motivasi senior yang sejalan dengan kemampuan terhebat yang sudah dimiliki itu, teman seangkatan yang sejalan dengan bakat yang sudah dimiliki itu juga membantu perkembangan Passion. Misalnya, kita punya Passion menulis kita dapat mengembangkan Passion itu bisa melalui bimbingan senior yang berkelut di bidang menulis, dan mengikuti kelas-kelas menulis yang sudah diadakan di oraganisasi PMII sendiri, di tambah dengan membaca buku-buku Self-Help, dan belajar dengan teman seangkatan yang juga punya Passion menulis.
Kemudian tidak berhenti dari sana saja untuk menggali Passion, ada beberapa hal yang harus dilaksanakan untuk menemukan Passion di dalam tubuh PMII. Antara lain
1. Gali dari rasa iri
Rasa iri tidak selamanya buruk, melainkan bisa jadi indikator dari sesuatu yang orang lain punya dan kita inginkan. Sudah banyak pandangan dalam hal ini seperti kita bersaing sehat (ideologi) untuk memajukan organiosasi pergerakan dan itu menjadi acuan untuk menemukan passion.
2. Keunikan diri
Beberapa orang ragu ketika diminta menyebutkan keunikan dirinya.tujuan mengenali keunikan diri bukan untuk sombong, tetapi untuk lebih terbuka mengenali diri sendiri. Keunikan-keunikan kecil yang ada pada diri kita bisa jadi mengarahkan kita pada Passion kita sebenarnya, siapa tau dari keunikan diri yang sudah dimiliki bisa berkembang dan disana kita bisa menjadi Passion kita. Misalnya, kita bisa membaca puisi itu kan sebuah keunikan yang sudah dimiliki dan bisa menjadi Passion jika di asah melalui latian-latian, arahan senior, memotivasi dari teman-teman dan lain-lain.
3. Kembali ke masa kecil
Kembali ke masa kecil bukan lantas memutar waktu, tetapi kita ingat kebiasaan kita di masa kecil. Masa kecil, salah satunya saat masih duduk dibangku sekolah dasar, adalah masa yang membahagiakan hidup. Apa yang kita pakai?, Apa yang pakai?, Apa yang kita cita-citakan?, Siapa tokoh pada saat itu yang kita jadikan panutan?, dari jawaban tersebut kita bisa mengaitkan dengan apa yang mungkin jadi Passion kita.
4. Fokus
Kita butuh fokus, fokus untuk merealisasikan Passion. Tidak hanya fokus akan tetapi harus serius dan sungguh-sungguh untuk meralisasikannya. Karena apa? Jika kamu sungguh-sunguh melakukan sesuatu hal maka pasti fokus dan sungguh-sungguh menjalani prosesnya. Fokus disertai keseriusan akan membantu kita menemukan Passion kita yang sesungguhnya.
5. Bersusaha dan Berdoa
Dua hal yang dilakukan paralel Berusaha sembari berdoa. Ada pepatah mengatakan bahwa proses tidak menghianati hasil, sebaliknya hasil tidak menghianati proses. Berusaha tanpa berdoa akan menghasilkan hal yang sia-sia dan berdoapun sama. Karena di balik usaha dan doa itu akan ada kekuatan dan kekuasaan yang akan menggerakan kehidupan. Yaitu kekuatan dan kekuasaan Tuhan Yang Mha Esa. Jadi ketika kita berusaha, doapun disertakan atau juga sebaliknya. Untuk dapat merealisasikan impian berdasarkan passion maka camour tangan tuhan adalah penentu akan hasil akhirnya, jadi selalu berusaha paralel antara usaha dan berdoa.
Dan jalan satu-satunya menemukan Passion adalah dengan proses dan mmencintai prosesnya sesuai dengan tips-tips yang tertulis di atas. Kalau kita belum menemukan, teruslah mencari. Selalu begitulah pesan klasik dari orang-orang sukses tentang pentingnya menemukan passion, visi, tujuan, makna hidup. Selebihnya hidup kita hanya catatan kaki tentang bagaimana dan seberapa keras upaya kita untuk mewudkannya. Jadi, apakah kita sudah merasa menemukan passion? Tunjukkanlah pergerakan kita lewat perjuangan dan memiliki Passion di dalamnya agar pergerakan memiliki makna untuk jati diri kita.
Kemudian setelah menemukan Passion langkah demi langkah kita harus menyongsong Passion kita ke hal positif. Misalnya, diterapkan ilmu tentang Passion kita ke kader-kader lainnya, angota-anggota PMII sendiri, dan kepada siapapun yang ingin belajar tentang Passion yang sudah dimiliki kita agar sesuai dengan motto PMII itu sendiri,( zikir,fikir dan amal sholeh) dengan menerapkan dan mengajarkan Passion yang sudah dimiliki kita dan bagaimana proses mencapainya, maka amal sholeh yang kita dapatkan dan ilmu kita akan bermamfaat bagi orang lain.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar